Di Kota Baltimore tempat saya tinggal sekarang, parkir merupakan masalah tersendiri yang cukup menarik untuk saya ceritakan kepada orang lain. Setelah selama dua tahun saya memarkir mobil serba salah dan kena tilang berkali-kali, akhirnya sekarang saya tahu bagaimana caranya parkir. I wish I know how to park.
Untuk penduduk yang bermukim di suburb area parkir bukanlah masalah. Dengan lahan yang begitu besar mereka dapat parkir dimana saja tanpa dipungut biaya. Tetapi untuk penduduk kota bisa-bisa biaya parkir perbulan lebih mahal daripada cicilan kredit mobilnya itu sendiri.
Ada dua pilihan untuk bisa parkir di dalam kota, pertama sewa lahan parkir, baik di gedung atau di parkir lot, yang kedua parkir di pinggir jalan.
Cara pertama tentunya lebih nyaman, tapi perlu biaya banyak. Sewanya mulai dari 35 sampai 150 dolar amerika setiap bulannya atau bisa sewa perhari kalau sekali-kali perlu menyetir mobil sendiri ke kantor atau ke gedung simponi orkestra. Mungkin hal ini bukan masalah untuk orang berduit, orang-orang yang menganggap mobil adalah aset berharga atau orang yang tidak mau pusing dengan aturan-aturan parkir pinggir jalan yang njelimet.
Cara kedua yaitu parkir di pinggir jalan. Tidak perlu biaya banyak kalau parkirnya benar, kalau salah bisa-bisa biaya parkir dua bulan dihabiskan semalam. Loh kok bisa?
Parkir di pinggir jalan benar-benar perlu pendalaman materi terlebih dahulu bukan saja karena tidak ada petugas parkir yang membantu memarkirkan mobil dengan pluitnya seperti di Indonesia, juga karena penuh aturan yang tak tertulis misalnya tidak boleh parkir di dekat pipa hidran, terlalu dekat dengan curb, tidak boleh mengambil parkir handicap kemudian juga parkir yang diatur berdasarkan jam dan hari-hari tertentu. Tampak seperti sebuah jebakan
Belum lagi kalau ada kegiatan-kegiatan yang memakai sebagian atau seluruh badan jalan. Lahan parkir yang tersedia tiba-tiba ditempeli selembar kertas, "No Parking tanggal sekian sampai sekian, cars towed away.
Dari hari pertama memiliki SIM Maryland, saya mencamkan pada diri sendiri supaya jangan sekali-kali parkir di dekat hidran kebakaran, kalau tidak mau mobilnya kena hantam kampak petugas kebakaran kalau sedang ada situasi genting atau cuma sekedar kena tilang sekitar 100 dolar. Juga hindari tanda parkir dengan logo putih biru bergambar kursi roda kalau tidak mau membayar 200 dolar sekali parkir. Sebelum tidur malam hari, ingat-ingat dulu dimana terakhir parkir dan kapan harus bangun dan segera memindahkan parkir mobil ke tempat yang legal sebelum mobil naik ke punggung tow truck
Petugas parkir kota dan pasukan mobil dereknya, bagaikan Kapten Hook dan krunya bagi penduduk yang parkir di kota. Mereka bahu-membahu menilang dan membawa pergi mobil yang salah parkir. Terkadang bukan karena pemilik mobil sengaja parkir sembarangan sehingga mobilnya terderek, hanya kurang mendalami papan aturan parkir yang perlu 5 menit untuk membacanya.
Seorang rekan sejawat yang baru bekerja selama 2 hari bercerita dengan logat mediteraniannya bahwa semalam mobilnya diderek karena dia parkir di tempat yang benar, hanya saja dia tidak tahu kalau tempat itu harus dikosongkan dari jam 4 sampai jam 6 untuk rush hour. Dan melayanglah uang 227 dolar untuk 1 kali kesalahan parkir.
Tetapi tidak selamanya parkir di kota harus membayar banyak, untuk penghuni yang mau bersabar disediakan juga daerah parkir khusus. Hanya dengan bermodalkan STNK yang berlaku dan surat kontrak apartemen dan uang 20 dolar setahun, otoritas perparkiran akan memberi kita stiker dengan kode area yang harus ditempelkan di kaca mobil. Selama stiker itu dipasang, selama itulah mobil dapat diparkir di pinggir jalan dengan tanda khusus penghuni.
Begitu besarnya sirkulasi uang di bidang parkir ini, dengan jumlah penduduk sekitar 600 ribu orang, Kota Baltimore mendapatkan $12.1 juta pada tahun fiskal 2003. Beberapa tahun belakangan Pemerintah Kota membangun beberapa gedung parkir dan memperbaharui mesin-mesin koin pencatat parkir yang populer disebut parking meter. Mesin-mesin usang yang sudah dipasang sejak tahun 1956 mulai diganti dengan mesin baru, yang dapat menerima pembayaran dengan kartu kredit dan dijalankan dengan baterei dan panel tenaga surya. Sehingga tidak ada alasan lagi untuk mangkir mbayar parkir karena ngga punya receh.